Solusi Mandiri Pengolahan Sampah Organik, Mahasiswa KKN Kelompok 30 UPNVJT Mengadakan Sosialisasikan Cara Pembuatan dan Pemakaian Mixer Composter Drum kepada Warga Desa Pakel

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 30 UPNVJT menyelenggarakan sosialisasi dan pelatihan pembuatan serta penggunaan Mixer Composter Drum bagi warga Desa Pakel. Kegiatan ini digagas sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, sekaligus upaya nyata dalam memberikan solusi praktis terhadap pengolahan sampah organik rumah tangga.

Dalam kegiatan ini, tim mahasiswa terjun langsung menjadi pemateri untuk memaparkan materi secara komprehensif mengenai tata cara pembuatan alat Mixer Composter Drum menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat, serta menjelaskan langkah-langkah penggunaannya secara rinci agar mudah dipraktikkan oleh warga sehari-hari.

Program ini bertujuan untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah organik rumah tangga yang selama ini sering kali menumpuk tanpa pengolahan yang memadai. Melalui sosialisasi ini, diharapkan warga tidak hanya memahami secara teori saja, tetapi juga mendapatkan kesempatan secara langsung untuk mencoba menggunakan alat Mixer Composter ini dengan memasukkan sampah organik ke dalam drum bersama-sama.

Selain praktik penggunaan, warga yang hadir juga mendapatkan edukasi mengenai manfaat kompos yang dihasilkan dari Mixer Composter Drum ini untuk kesuburan tanaman, sehingga sampah rumah tangga dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai guna.

Pendekatan partisipatif ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran lingkungan sekaligus kemandirian warga dalam mengelola sampah secara mandiri di pekarangan rumah masing-masing.
Antusiasme warga terlihat sangat tinggi selama kegiatan berlangsung. Para warga juga tampak aktif bertanya seputar teknis pembuatan dan bergantian untuk mencoba menggunakan Mixer Composter Drum yang telah disiapkan oleh tim mahasiswa.

Melalui program ini, mahasiswa KKN berharap warga Desa Pakel dapat terus menerapkan pembuatan dan penggunaan Mixer Composter Drum secara berkelanjutan, sehingga kebersihan lingkungan desa semakin terjaga dan tercipta kemandirian dalam pengelolaan limbah organik rumah tangga.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *